dindinrasdi

  • Home
  • Dindinrasdi
  • Tutorial
  • Cerita Absurd
  • Novel Online
  • Sekelas Infoh

Rabu, 28 Desember 2016

CINTA-CINTAAN | Episode 3

 Dindin Rasdi     17.47     Novel Online     7 comments   

Perhatian: 

Akan lebih baik sebelum membaca cerita ini,
kamu sudah membaca cerita sebelumnya.


Beberapa hari berlanjut, mereka berdua sudah sangat dekat dengan Sari tanpa saling mengetahui. Tiba hari dimana mereka akan mengungkapkan rasa cinta mereka kepada Sari. Seperti biasa waktunya di jam istirahat, Dindin sangat bersamangat waktu itu kebetulan tidak sedang bareng Encep, menemukan seorang Sari sedang membaca buku di depan perpustakaan.

 “Lagi ngapain Sar?” Tanya Dindin
 “Ini lagi menanam padi Din” Jawab Sari
 “Hah menanam padi?” Dindin pura-pura kaget
 “Ya lagi baca bukulah Din, nggak lihat apa”
 “Iya aku juga tahu, kamu lagi baca buku”
 “Lah, terus kenapa bertanya”
 “Ya biar kamu menjawab”
 “Sar aku mau ngomong sesuatu” Tanya Dindin, dengan volume suara yang agak dikurangi disertai tatapan yang sedikit serius dan berbintang. Iya gitu berbintang?

Encep yang sedang menuju ke kantin untuk mencari Dindin, malah melihat Dindin dan Sari yang sedang asik mengobrol dengan ketidak sengajaan. Tidak mau melihat Sari dekat dengan Dindin, Encep menghampiri mereka berdua untuk ikut bergabung dalam obrolan mereka. Supaya mereka tidak berdua lagi.

 “Eh Cep, sini gabung” Sapa Sari.
 “Iya, ini juga mau gabung” Jawab Encep dengan percaya diri sambil berjalan menuju Sari dan Dindin.
 “Ah anjir ada si Encep lagi” Dindin bersuara dalam hatinya.

Mereka bertiga berhasil bergabung dalam satu riungan. Saling bercanda, bergurau, dan menghina, melihatkan kedekatan mereka bertiga. Sebenarnya Dindin dan Encep belum terlalu dekat dengan Sari, hanya saja mereka ingin menarik perhatian.

 “Kamu tadi mau ngomong apa Din?” Sari tiba-tiba menanyakan pertanyaan yang sempat terpotong dengan kedatangan Encep.
 “Itu… apatuh?” Dindin berusaha mencari jawaban yang di ajukan sari. Sebenarnya mau mengungkapkan perasaannya tapi terhalang dengan kedatangan Encep.
 “Itu apa?”
 “Euuhh... Kamu suka balapan keong gak Sar?”
 “Hahaha” Encep tertawa, dengan tawanya yang terlihat dipaksakan.

Encep sudah mengira bahwa Dindin telah mempunyai rasa cinta kepada Sari dengan melihat raut wajah seorang Dindin, begitu juga Dindin sudah mengira Encep punya rasa yang sama kepada Sari. Bel tanda berakhirnya jam istirahat berbunyi, semua murid yang sedang berada diluar kelas bergegas masuk kelasnya masing-masing. 

Ketika pelajaran berlangsung, Dindin dan Encep tidak memperhatikan ibu guru yang sedang mengajar melainkan memperhatikan Sari seorang. Mungkin hanya Sari saja yang ada dipikiran mereka. Ibu guru terus menerangkan pelajarannya di depan kelas, duduk di atas kursi yang sudah disediakan khusus untuk seorang guru. Dia juga tidak terlalu peduli dengan Dindin dan Encep yang tidak memperhatikannya, karena posisi duduk mereka terhalang oleh Asep yang ada di depannya. Ibu guru yang dimaksud itu namanya Ibu Ecin guru Bahasa Indonesia. Hanya memberi tahu saja, kalau juga tidak mau tahu kamu kan sekarang sudah tahu.

 “Cantik yah si Sari kalau di lihat dari samping” Encep bersuara kepada Dindin yang juga sedang memperhatikan Sari.
 “Oh jelas, dari manapun di lihatnya dia emang cantik Cep” Jawab Dindin sambil berkhayal, entah berkhayal apa dia.
 “Din! aku suka sama Sari” Tanya Encep.
 “Ya bilang aja sama Sari, kok bilang sama aku” Jawab Dindin dengan refleknya, tidak terpikirkan kalau dia juga sama menyukainya. “Eh, jadi kamu suka sama Sari, Cep.” Sambung Dindin yang sudah lumayan terpikirkan.
 “Iya Din, Iya. Suka banget”
 “Aku juga suka Cep”
 “APAA!!” 

Encep benar-benar kaget mendengar ucapan Dindin, bagaikan seorang aktor film professional yang sedang berakting. Sebenarnya sudah merasa tahu kalau Dindin memang suka sama Sari sejak melihat mereka berdua tadi sewaktu istirahat, cuma Encep terlalu mendramakan, memasukan kedalam hatinya, dan tidak ingat kalau dia sedang berada di kelas yang sedang berlangsungnya pelajaran. Semua orang yang ada di kelas sontak mengalihkan pandangannya kepada Encep tak terkecuali ibu guru yang sedang menerangkan pelajarannya juga Sari dan Dindin.

 “Iya kenapa?” Kata ibu guru kepada Encep.
 “Katanya ibu suka sama Pak Iman yah?” Jawab Encep. Sekilas info: Pak Iman itu adalah satpam di sekolah mereka waktu itu.
 “Eh kata siapa?”
 “kata aku barusan bu”
 “kemana aja kamu mah ah”
 “Adeuhh” Semua murid berteriak tidak terlalu kencang, ada juga yang sampai mengeluarkan suara peluit seperti “Witwiww”

Waktu pulang sekolah tiba, semua murid keluar dari kelasnya masing-masing hanya untuk satu tujuan pulang ke rumahnya masing-masing. Inilah saatnya bagi Encep untuk mempertanyaakan maksud pernyataan Dindin yang di dengarnya sewaktu pelajaran Ibu Ecin berlangsung. Disaat mereka baru keluar kelas tepat di depan pintu, Encep menanyakan sesuatu kepada Dindin.

 “Din tadi yang kamu maksud itu apa?”
 “Yang mana Cep” Jawab Dindin sambil berjalan terus menuju parkiran motor, walaupun Dindin tidak bawa motor karena jalan keluar masuknya sekolah itu melewati parkiran motor.
 “Itu yang katanya kamu juga suka sama Sari” Seru Encep yang juga sama sambil berjalan.
 “Oh… iya emang, aku suka sama Sari, tadi juga pas aku berdua di depan perpus itu aku mau nembak dia” Maksudnya bukan nembak sari menggunakan pistol, tapi mengungkapkan rasa cinta.
 “Eh… Din, aku juga suka sama Sari”
 “Ya udah berarti kita bersaing”
 “Bersaing untuk apa Din?”
 “Ya untuk dapetin Sari lah”
 “Ah… ya pasti aku yang menanglah”
 “Ohhh… Siap Cep, lihat saja nanti”

Merekapun sudah berada di lokasi parkiran motor dengan banyaknya orang-orang yang tentunya untuk mengambil dan mengendarai motor miliknya. Dindin melihat Sari, Encep juga melihatnya, tapi mereka melihatnya sedang mau dibonceng sama si Junaedi dengan penuh kemesraan. Maksudnya kelihatan seperti orang yang berpacaran. Mereka tidak cemburu.

Ternyata memang benar Sari sudah jadi pacarnya Junaedi, orang yang tempat duduknya tepat berada di belakang mereka, yang dulu di inginkan sama mereka, yang tinggi badanya lebih tinggi dari Encep. Dindin dan Encep juga sudah tahu, karena mereka langsung menanyakannya kepada Sari lewat pesan singkat yang dikirim melalui smartphonenya di waktu yang bersamaan, malamnya.

Akhirnya persaingan itu membuahkan hasil, hasil yang sia-sia. Mereka juga menyadarinya, sampai menyusun sebuah rencana kerjasama tim. Rencana yang akan ditujukan untuk si Junaedi, walaupun dia itu tinggi badannya lebih tinggi dari Encep.

~Bersambung~

Rencana apa yang akan dilakukan mereka berdua? Tunggu kelanjutannya di postingan selanjutnya yah...

Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+

Sabtu, 17 Desember 2016

Gagal

 Dindin Rasdi     22.16     Sekelas Infoh     No comments   

Kalian semua, kamu kamu pasti pernah mengalami yang namanya gagal. Dari banyaknya manusia di muka bumi ini pasti pernah mengalami yang namanya gagal, termasuk aku, termasuk kamu, termasuk dia, termasuk mereka, iya kan, iya kan, ayolah ngaku! Mau itu gagal mendapatkan cinta, mau itu gagal mendapatkan nilai 100, gagal bangun di pagi hari padahal sudah di pasang alarm, gagal juara, gagal kehidupan, gagal move on, gagal ginjal, gagal jantung, gagal-gagal. Tidak apa-apa broh gagal-gagal juga, tinggal garuk ajah, oy gatal-gatal oy itu mah. Oh. Iya tidak apa-apa gagal juga broh tinggal bangkit lagi. Gagal lagi bangkit lagi, gagal lagi bangkit lagi, gagal lagi bangkit lagi, gitu aja terus sampai bang Haji Roma Irama rilis lagu metalica, haha sampai berhasilah. Sudah biasa yang namanya gagal mah, itu pasti akan terjadi.

Biarin gagal juga namanya juga hidup, namanya juga usaha. Orang sukses juga sudah tentu merasakan yang namanya gagal, gagal, gagal, tapi dia tidak pernah mengeluh, tidak menyerah, terus mencoba lagi, lagi, lagi, dan lagi sampai akhirnya berhasil. Kalau dia menyerah setelah gagal mungkin dia tidak akan sukses.

Kalian tahu Thomas Alva Edison? Tahu? Ah so tahu? Beneran tahu? Emang pernah bertemu? Oke dia juga sebelum berhasil menciptakan bola lampu pijar awalnya gagal sampai 999 kali. Bayangkan broh 999 kali. Kamu sudah berapa kali di tolak si dia?

Anggaplah gagal itu sebuah pengalaman yang sangat berharga. Pengalaman gagal itu ibarat pengingat, betapa kesuksesan itu mahal harganya. Sukses juga tidak akan terlalu bermakna kalau di dapat dengan instan, tidak seru broh. Gak ada ceritanya buat anak cucu kita. Justru yang serunya itu di waktu jatuh bangunnya. *Jatuh bangun aku mengejarmu...
 
Kamu pasti merasa sedih disaat gagal itu datang menghampiri, yo iya kan. Pasti sedihlah, jangan bersedih broh karna kamu itu di ciptakan oleh orang tua yang bersenang-senang. Biasanya orang-orang lebih siap menghadapi keberhasilan daripada kegagalan, tru story broh.

Gagal itu bukan akhir dari usaha kamu, justru itu adalah awal dari perjalanan kesuksesan kamu. Tapi gagal juga bisa menjadi akhir dari usahamu kalau kamu menyerah dan berhenti disitu. Sudah banyak kata motivasi yang keluar dari orang-orang sukses atau motivator tentang gagal atau kegagalan, jika kamu butuh motivasi untuk bangkit. Tinggal cari ajah di gugel.

Keberhasilan itu terjadi kepada orang yang mau berusaha dan sedikit keberuntungan.
Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+

Jumat, 16 Desember 2016

Arti kata Kepo

 Dindin Rasdi     21.42     Sekelas Infoh     1 comment   

Sejak adanya kata kepo jadi sulit bagiku untuk bertanya :(

Hadirin yang sedang membaca postingan ini pasti pernah mendengar kata kepo atau pernah menyebutkan kata kepo, nah itu sudah kamu sebut. Apakah kamu tahu apa yang kamu dengar atau ucapkan itu? Jadi apa itu kepo? Hmmm. Semacam makanankan, atau mainan, atau minuman, atau semacam molekul. Kepo itu singkatan dari Kenapa Elu Punya Odol? Karena Elu Pengen Otahu bulat di goreng dadakan 5 ratusan. Tidak lucu yah? Emang tidak sedang ngelucu. Ada yang mengerti hadirin sekalian?

Oke menurut catatan kaki yang rorombeheun kepo itu adalah rasa ingin tahu, rasa ingin tahu yang mendalam dari sesuatu, sampe hal sepele sekalipun ingin tau.

Entah kapan pertama kali muncul kata kepo ini, dan siapa yang pertama kali menemukannya. Sepertinya itu tidak penting mau kapan? Mau siapa? Karena kemungkinan besar tidak akan berpengaruh terhadap perekonomian Indonesia. Menurut hasil survey yang Dindin lakukan melalui Google, kepo ini memiliki banyak pengertian di antaranya itu.
 
Kepo merupakan akronim atau kepanjangan dari Knowing Every Particular Object, yang memiliki arti mau tau ajah.

Kepo berasal dari bahasa Hokkien Tionghoa Medan/Tionghoa Sumatra yang biasa digunakan untuk memarahi atau mengejek orang yang kurang kerjaan.

Kepo berasal dari bahasa Inggris yang berasal dari kata care full yang mengalami tranformasi kata jadi ker pol jadi kepo.

Itu diantaranya, dari banyaknya arti kepo tetap intinya itu ingin tau. Dengan banyaknya orang yang suka kepo, sampe-sampe tidak sedikit orang yang kepo. Kepo ini terbagi menjadi dua kubu, kubu positif dan negative, yang kalau disatukan akan menghasilkan sebuah aliran listrik. Eh kok tidak nyambung yah.

Oke, kubu positif. Dia akan selalu bertanya sesuatu yang penting dan merasa itu manfaat bagi dirinya atau orang lain, dia haus akan pengetahuan. Karena menurut dia malu bertanya sesat di hutan.

Kubu negative. Dia akan bertanya sesuatu yang tidak penting, serba ingin tau urusan orang lain, so tau, bikin orang marah marah dan tidak ada manfaatnya sama sekali.

Tapi ada juga kelebihan orang kepo itu, ia akan mengetahui banyak hal yang tidak diketahui orang, pandangan tajam, pendengaran tajam setajam silet.

Jangan lupa yah untuk tidak lupa, oke. Sip. Juga nonton video dibawah ini biar afdol.

Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

FOLLOW ME, OK!

  • Twitter Facebook Instagram Google Plus Youtube Channel

POSTINGAN POPULER

  • CINTA-CINTAAN | Episode 6
    Perhatian:  Akan lebih baik sebelum membaca cerita ini, kamu sudah membaca cerita sebelumnya. Beberapa hari setelah merelakan Sar...
  • CINTA-CINTAAN | Episode 4
    Perhatian:  Akan lebih baik sebelum membaca cerita ini, kamu sudah membaca cerita sebelumnya.   Hari hari terus berlanjut, tanpa ...
  • CINTA-CINTAAN | Episode 5
    Perhatian:  Akan lebih baik sebelum membaca cerita ini, kamu sudah membaca cerita sebelumnya. Tidak terasa sudah berada di hari S...

Arsip Blog

  • ▼  2017 (8)
    • ▼  September (1)
      • Dialah Jon! #1
    • ►  Februari (3)
    • ►  Januari (4)
  • ►  2016 (18)
    • ►  Desember (12)
    • ►  November (4)
    • ►  Juli (2)

Copyright © dindinrasdi