dindinrasdi

  • Home
  • Dindinrasdi
  • Tutorial
  • Cerita Absurd
  • Novel Online
  • Sekelas Infoh

Jumat, 09 Desember 2016

Cara menghidupkan komputer

 Dindin Rasdi     13.21     Tutorial     1 comment   

 

Dalam judulnya saja sudah terdengar horror, emang bisa gitu komputer hidup? Bisa saja kalau Tuhan berkehendak, kan takut kalau misalnya komputer bisa hidup, jalan-jalan, ngobrol, makan, minum gitu. Tapi itu tidak berlaku untuk orang yang selalu sendirian, iyalah kan jadi ada temannya. 

Sebut saja menyalakan komputer, biar tidak terdengar horror. Siapa sih di jaman sekarang yang tidak mengenal namanya komputer? kamu pasti sudah mengenalnya kan, kalau belum ya kenalan aja dulu sana! Tanpa panjang lebar dan tinggi, tanpa basa-basi lagi disini iya disini aku akan kasih tahu bagaimana cara menyalakan sebuah komputer.

Pertama-tama dan yang paling utama dan yang harus kamu utamakan, kamu terlebih dahulu harus mempunyai sebuah komputer. Bagaimana kamu mau menyalakan sebuah komputer tanpa mempunyai komputer, sungguh aneh. Bisa saja sih kamu tinggal pinjam saja sama orang yang mempunyainya, itu juga kalau ada yang meminjamkannya.

Kedua, setelah kamu mempunyai komputer dengan berbagai caranya mau itu pinjam, beli, mencuri, terserah itu kan kamu yang melakukannya bukan aku. Kamu hanya perlu sebuah terminal listrik yang sudah terhubung dengan arus listrik untuk menghubungkan sebuah kabel colokan komputer. Sudah terhubung antara arus listrik dengan terminal listrik dan kabel colokan komputer maka mereka bertiga saling berhubungan satu sama lain.

Ketiga, Kamu hanya tinggal menekan tombol power yang ada di CPU dan LCD komputer. Tunggu sampai layar LCD menyala, kamu bisa melakukan apa saja selama menunggu, mau tiduran, mandi, makan, minum, olahraga, nonton sidang kopi, jalan-jalan keliling dunia, terserah. Sebenarnya waktu untuk menunggu hanya sekitar kurang dari satu menit.

Komputer sudah menyala, ya sudah mau apa lagi? kamu juga bisa menjualnya kembali, atau mengembalikan ke pemiliknya, atau memainkannya. Jangan lupa untuk mematikannya lagi, biar tidak menyala.

Begitulah cara kamu menyalakan komputer, mudah bukan? Terimakasih sudah menghampiri blog ini, sampai ketemu lagi di postingan selanjutnya.
Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+

Kamis, 08 Desember 2016

Cara Menghindari Mager

 Dindin Rasdi     14.53     Tutorial     No comments   

Apa itu mager? Masang pager? Manjat pager? Mami Seger? Masuk gerbang? Salah semuanya. Mager itu singkatan dari mau gerak, eh males gerak! Yang biasa digunakan untuk orang-orang pemalas. Anak gaul jaman sekarang sudah tidak asing dengan kata mager, entah siapa yang pertama kali menemukan kata mager ini. Oke itu tidak penting mau siapa yang menemukannya juga, karna itu tidak akan ada di soal Ujian Nasional. Yang jelas kata mager ini sudah sangat popular dan digunakan dalam kehidupan sehari hari.

Mager atau males gerak ini bisa datang kepada siapa saja tidak pandang bulu, mau bulu kucing, mau bulu domba, mau ulat bulu, eh. Mau anak-anak, mau kakek-kakek, nenek-nenek, teteh-teteh, bapak-bapak, ibu-ibu, semua yang ada di sini ayo goyang hihaaa. Ingat broh tidak ada orang lain yang bisa mengatasi kemalasan, kecuali diri kita sendiri.

Untuk kamu yang mager lakukan tips ini agar kamu tidak mager lagi.

Pertama, niat.
Oh iya jelas dong pertama itu harus niat, gimana mau tidak mager kalau tidak ada niat untuk tidak mager. Niatkan, dengan bulat ataupun kotak dalam diri anda untuk tidak menjadi malas.

Kedua, bersukur.
Disaat kita mager, biarkan saja dulu kemalasan itu menghampiri kita kemudian bersukur, karena berukur itu tidak butuh badan untuk bergerak. Tapi kalau dengan bersukur ini masih tetap mager lakukan tips selanjutnya.

Ketiga, Tulis mimpi.
Tuliskan mimpi-mimpi anda dalam selembar kertas kemudian tempel di dinding kamarmu. Supaya kamu lebih semangat dalam menjalankan hidup ini, ciahh. Itu maksudnya, tuliskan harapan harapan kamu atau target kamu untuk beberpa bulan kedepan, atau beberapa tahun, atau beberapa abad kemudian.

Itulah tiga tips dari Dindin agar kamu tidak mager. Jika dengan ketiga tips tadi kamu masih mager, hhmmm mungkin kamu kurang piknik deh, atau kamu mulai lapar, atau mungkin kurang kasih sayang dari seseorang kayanya.

Tapi gaes apakah kalian tau? Orang orang malas ini biasanya jenius. Kenapa? Karena orang orang males jika di kasih pekerjaan yang sulit atau rumit dia akan males mengerjakannya, tapi dia mencari cara agar pekerjaannya itu jadi mudah. Okeh okeh aku tidak menyuruh kamu untuk menjadi orang pemalas yah. Itu tergantung kamu. Mau males mau rajin, whatever itu kehidupanmu. Tapi usahakan jangan jadi pemalas.

Lihat video dibawah ini untuk selengkapnya.


Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+

Rabu, 07 Desember 2016

CINTA-CINTAAN | Episode 2

 Dindin Rasdi     21.23     Novel Online     No comments   


Perhatian: 

Akan lebih baik sebelum membaca cerita ini,
kamu sudah membaca cerita sebelumnya.

Sama seperti hari sebelumnya Dindin dan Encep berangkat sekolah bersama, hanya untuk hari ini mereka berhasil tidak kesiangan. Mereka sudah berada disekolah dari jam lima pagi dikurangi tiga puluh menit. Mereka mah gitu kalau rajin rajin banget, saking rajinnya mereka adalah orang pertama yang pergi kesekolah setelah pak satpam. Merasa ke pagian, Dindin rupanya tiduran dikelas dengan membariskan kursi dipanjangkan, membawa selimut dan bantal kecil dari rumahnya untuk menambah kenyamanan tidur. Sementara Encep, dia jalan-jalan mengelilingi sekolah agar lebih tahu lokasi-lokasi penting disetiap sudut sekolah, terutama untuk melakukan bolos.

Satu persatu murid sekolah bermunculan memasuki kelasnya masing-masing, ada yang langsung ke toilet, ada yang duduk-duduk di depan kelasnya saja, ada yang ke kantin, ada yang loncat-loncat, ada yang ke lapangan untuk olahraga, ah pokoknya banyak sekali yang mereka lakukan, kecuali berenang karena tidak ada kolam renang disekolah.

Waktu terus berjalan tak pernah berhenti kecuali Tuhan menghentikannya, bel pelajaran pertama berbunyi, semua murid memasuki kelasnya masing-masing bagaikan segerombolan bebek yang sedang digembala. Pelajaran pertama dimulai, Dindin bangun dari tidurnya yang singkat itu. Anehnya disaat bangun Dindin merasa ada yang beda dengan suasana kelas itu. Oh sit ternyata Dindin salah kelas.

 “Kamu siapa?” Tanya ibu guru yang sedang mengajar dikelas itu
 “Euh… saya Dindin bu” Dindin menjawabnya
 “Kamu murid kelas ini bukan?” Tanya ibu guru itu dengan wajah curiga
 “Bukan bu, maaf salah kelas” Jawab Dindin sambil keluar kelas yang masih menggunakan selimut dan membawa bantal kecilnya.

Dindin menuju kelas yang benar, ketika itu dikelasnya juga sudah ada bapak guru yang sedang mengajar pelajaran kimia. Dari mana Dindin tahu kalau bapak guru itu mengajar pelajaran kimia, karena bapak gurunya mirip rumus kimia menakutkan sekali ih buat Dindin. Memasuki kelas dengan hati-hati supaya bapak guru tidak melihatnya.

 “Hey siapa kamu?” Tanya bapak guru.
Oh sit Dindin ketahuan, rupanya dia tidak berhasil memasuki kelasnya dengan diam-diam.
 “Saya Dindin Pak” Jawab Dindin.
 “Kelas mana kamu”
 “Kelas ini Pak”
 “Jangan dulu duduk, sini kamu berdiri temenin bapak didepan”
 “Baik Pak, dengan senang hati” Dindin menerima perintah dari bapak guru.

Semua orang yang ada dikelas menertawai Dindin yang ada di depan. Rupanya Dindin masih memakai selimut bekas tadi tiduran dan lupa tidak membuangnya kedalam tas. Dindin melihat teman cewek nya dari depan yang juga memperhatikan Dindin bukan bapak guru “Oh Tuhan begitu cantiknya dia, aku harus mendapatkan cewek itu apapun caranya” kata Dindin dalam hatinya. Melihat Encep juga sedang memperhatikan cewek yang sedang melihat ke arah Dindin.
Pelajaran Kimia berakhir dengan damai, Dindin dipersilahkan untuk duduk kembali oleh bapak guru. Di waktu istirahat Encep menghampiri cewek yang diperhatikan dari tadi, untuk berkenalan.

 “Hay cewek” Kata Encep.
 “Hay juga cowok” Oh dia meresponnya dengan baik.
 “Nama kamu siapa” Tanya Encep.
 “Dini Sari Solihah”
 “Oh, terus aku panggilnya apa? Dini? Sari? Soli? Atau Lihah”
 “Cie…cie…” Asep menghampiri mereka berdua.
 “Apa kamu hah? Ganggu ajah nih sana jajan ke toilet eh ke kantin” Encep mengusir Asep dengan memberi uang lima ratus rupiah dan Asep pun menerimanya kemudian pergi.
 “Panggil aja Agus”
 “Haah Agus?” Encep dengan refleksnya kaget.
 “Enggak lah masa Agus, panggil aja Sari”
 “Oh, Sari, aku Encep”

Mereka sukses berkenalan, Dindin melihatnya ketika masuk kelas dengan mata kepala ayam yang sedang makan setelah pergi ke toilet. Tidak hanya Dindin, Junaedi juga melihatnya, Asep juga melihatnya.

 “Oy Din sudah dari mana?” Sapa Encep
 “Biasa sudah jalan-jalan dari Libanon” Jawab Dindin
 “Enggak ajak-ajak lah”
 “Sudah dari toilet, masa ke toilet harus rame-rame”
 “Oh”

Dindin duduk dikursi sambil memandang keluar dari jendela, memperhatikan semua orang yang sedang melakukan pergerakan tubuhnya. Ada sepasang cewek yang sedang mengobrol, Dindin melihatnya. Encep menghampiri Dindin.

 “Cie… cie…” Kata Encep
 “Apaan sih”
 “Itu kamu kan lagi memperhatikan dia” Jawab Encep sambil menunjuk sepasang cewek yang Dindin lihat.
 “Haaa, siapa itu”
 “Din tahu gak?” Encep mengajukan pertanyaan.
 “Iya tahu”
 “Apa?”
 “Dua permen milkita sama dengan satu gelas susu”
 “Ih kamu, selamat anda mendapatkan uang senilai dua ratus rupiah”
 “Cep siapa tadi namanya” Tanya Dindin
 “Yang mana?”
 “Itu yang kamu ajak kenalan”
 “Oh, itu mah si Sari”

Encep memiliki niat untuk dekat dengan Sari tanpa sepengetahuan Dindin, sama halnya Dindin memiliki niat untuk dekat dengan Sari tanpa sepengetahuan Encep.

~Bersambung~

Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

FOLLOW ME, OK!

  • Twitter Facebook Instagram Google Plus Youtube Channel

POSTINGAN POPULER

  • CINTA-CINTAAN | Episode 6
    Perhatian:  Akan lebih baik sebelum membaca cerita ini, kamu sudah membaca cerita sebelumnya. Beberapa hari setelah merelakan Sar...
  • CINTA-CINTAAN | Episode 4
    Perhatian:  Akan lebih baik sebelum membaca cerita ini, kamu sudah membaca cerita sebelumnya.   Hari hari terus berlanjut, tanpa ...
  • CINTA-CINTAAN | Episode 5
    Perhatian:  Akan lebih baik sebelum membaca cerita ini, kamu sudah membaca cerita sebelumnya. Tidak terasa sudah berada di hari S...

Arsip Blog

  • ▼  2017 (8)
    • ▼  September (1)
      • Dialah Jon! #1
    • ►  Februari (3)
    • ►  Januari (4)
  • ►  2016 (18)
    • ►  Desember (12)
    • ►  November (4)
    • ►  Juli (2)

Copyright © dindinrasdi