dindinrasdi

  • Home
  • Dindinrasdi
  • Tutorial
  • Cerita Absurd
  • Novel Online
  • Sekelas Infoh

Kamis, 15 Desember 2016

Kecanduan Internet

 Dindin Rasdi     20.52     Sekelas Infoh     11 comments   


Di jaman sekarang ini selain sandang, pangan, papan, casan. Internet juga sudah menjadi kebutuhan pokok. Semua orang sudah tidak bisa lagi tidak terhubung dengan Internet, sebagian sih kecuali yang tidak terjangkau internet. Siapa sih yang tidak kenal atau tidak tahu internet, Haahh, kamu tidak tahu internet, Kampungan! Oke sana cari tahu dulu!

Akhir-akhir ini aku sangat kecanduan banget dengan internet, iya soal nya dalam internet ada semuanya. Mulai dari berita kekinian, gosip, kabar buruk, tutorial, sharing, nonton video, update status, posting gambar, posting video, pamer barang, jual beli, nonton tv, mendengarkan radio, hoax, bully, dan masih banyak lagi. Ada sisi positifnya dan ada juga sisi negatifnya, tergantung kita para penggunanya. Kalau bisa seimbangkan antara yang negatif dan positifnya biar tidak koslet dan meledak.

Kecanduan internet itu sama saja sih dengan kecanduan yang lainnya seperti obat-obatan, minuman, rokok, dan juga kamu iya kamu. Jadi kita tidak bisa lepas atau jauh jauh darinya. Apalagi semenjak adanya media sosial, Ow dikit-dikit update status, dikit-dikit bikin tweet, dikit-dikit retweet, dikit-dikit repost, dikit-dikit repath. Ketika melakukan apapun, dimanapun, dan bagaimanapun.

Oke menurut survey yang Dindin lakukan dengan cara Googling, inilah tanda-tanda atau ciri-ciri kamu kecanduan internet.

Pertama, kamu tidak bisa lepas dari internet. Iya, karena kalau kamu bisa lepas dari internet berarti kamu tidak kecanduan.

Kedua, saat kamu buka internet kamu tidak akan peduli dengan apapun, siapapun, kapanpun, dimanapun.

Ketiga, ketika kamu sudah menyelesaikan sesuatu, yang ingin kamu lakukan selanjutnya adalah membuka internet.

Keempat, disaat internet mati, kamu menganggap komputer, laptop dan gadget kamu sudah rusak atau tidak berguna lagi.

Kelima, kamu akan marah-marah disaat koneksi internet terputus.

Iya itulah tanda-tanda atau ciri-ciri kamu kecanduan internet menurut survey yang Dindin lakukan dengan cara Googling. Apakah kamu termasuk kedalam tanda-tanda atau ciri-ciri tadi? Jadi bagaimana cara mengatasi nya dari kecanduan internet? Sangat gampang sekali. Kamu hanya perlu tinggalkan atau jangan memasang internet. It's easy. Oke matikan gadget mu, keluar rumah dan bersosialisasilah! So pergunakanlah internet seperlunya dan sebaik-baiknya. Salam netizen.

Jangan lupa untuk tidur kalau sudah ngantuk dan tonton videonya di bawah ini yah.
Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+

Ciri-ciri orang Egois

 Dindin Rasdi     08.58     Sekelas Infoh     4 comments   

Egois. Kata egois ini berasal dari kata ego, yang berarti aku, dan is yang berarti adalah, jadi egois itu aku adalah… Euuhhh apa yah? Ah pokok nya egois aja. Pasti, mungkin sudah pasti dari banyaknya manusia di sekitar kamu ada yang egois, akan egois, atau selalu egois, atau mungkin kamu juga egois. Haah, kenapa? Karena egois itu adalah sikap alami manusia untuk memenuhi kebutuhan pribadinya yang sudah ada dari sejak kecil.

Memang egois itu sudah dominannya di cap buruk, siapa sih yang mau di bilang egois, aku aja tidak mau, ya tidak akan ada yang mau lah, walaupun aku ini sebenarnya egois, Haha. Tapi, kamu bisa tahu orang yang egois atau tidak egois dengan ciri-cirin seperti ini.

Pertama, merasa dirinya paling benar. Ingat merasa paling benar, bukan orang yang benar. Karena orang yang benar dengan orang yang merasa benar itu beda, beda banget, sangat beda, beda sekali, pokonya beda weh.

Kedua, suka mengeluh. Dikit-dikit ngeluh, banyak-banyak ngeluh, sedikit banyak ngeluh. Iya tahu setiap orang pasti punya masalah dalam hidupnya. Mau itu masalah cinta-cintaan, mau itu masalah teman-temanan, waktu, tugas, ujian, makanan, minuman, cuaca, jangkrik, anduk, toilet, jajanan, sendal, sepatu, meja, kursi, karung, dan lainnya. Dan itu membuatnya selalu mengeluh.

Ketiga, selalu menyalahkan orang Lain. Oh jelas orang egois itu pasti selalu menyalahkan orang lain atau apapun asal tidak menyalahkan dirinya sendiri.

Keempat, suka menilai orang lain. Ini nih yang biasa dilakukan para egoiser, karena dia tidak mau orang lain menilai dirinya sendiri, karena itu sudah merasa benar.

Kelima, tidak suka di kritik. Suka mengkritik orang lain, tapi tidak mau dapat kritik dari orang lain, kritik oke bukan kripik, haaahh. Sudah tahulah karena merasa paling benar itu.

Yah paling itu ciri-cirinya yang aku tahu. Kenapa aku tahu ciri-cirinya? karena aku juga orangnya egois, hahaha. Tapi broh egois itu juga perlu, karena dominannya ke sikap buruk berarti ada sedikitnyalah untuk kebaikan. Itu juga tergantung Situasi Kondisi Toleransi Pantauan dan Jangkauannya juga sih di singkat jadi SIKON... euuhhh.

Karena tanpa adanya egois, kamu tidak akan bisa menjadi diri sendiri. Tanpa egois, kamu akan selalu bergantung kepada orang lain. Tanpa egois, kamu tidak akan bisa menikmati kehidupan sendiri. Tanpa egois, kamu tidak akan bisa mencintai karena cinta itu harus memiliki. Tanpa egois… apalagi yah kamu bukanlah kamu.

Jadi, itu tergantung sudut pandang kamu sendiri untuk mengartikan kata egois itu. Pokonya egois itu kumaha aing weh. Hirup hirup aing. Oke, jangan lupa mandi yah biar selalu segar.

Nonton videonya di bawah ini!

Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+

Rabu, 14 Desember 2016

Apa itu Pamali?

 Dindin Rasdi     20.51     Sekelas Infoh     No comments   

Pasti kamu semua sudah tidak asing lagi dengan yang namanya Pamali, juga pasti pernah mengucapkan sekali dua kali, tiga kali, empat kali, lima kali kata Pamali ini. Apakah kamu tahu artinya apa yang kamu ucapkan itu? kalau tidak tahu berarti kamu tidak tahu jangan so tahu, biar aku kasih tahu.

Apa itu pamali? Oke dalam postingan ini aku akan bahas kata Pamali. Pamali ini berasal dari kata PAk dan MALI jadi sudah jelaskan Pamali itu bapak nya si Mali. Kalau ada bapaknya berati ada juga ibunya yaitu BU MALI, berarti ada juga neneknya NEK MALI, berarti ada kakeknya juga KI MALI. Eh kok malah ngaco gini. Paham kan? Haah postingan macam apa ini?

Oke oke oke, tenang tenang. Jadi Pamali ini bukan berasal dari bahasa yunani ataupun sansekerta. Pamali ini berasal dari bahasa Sunda, yang artinya tidak boleh atau pantangan atau larangan. Biasanya di sampaikan oleh orang tua kepada anaknya atau pada sanak family. Tapi broh Pamali ini di ucapakan karena demi kebaikan. Iya untuk kebaikan hubungan kita berdua. Eh.

Dari kecil sampai sekarang aku belum tahu semua apa sebenarnya di balik kata pamali ini, karena pas dengar kata Pamali ini yang diucapkan oleh orang tua seolah olah kita itu takut, merinding, dan langsung tidak melakukanya. Oh shit. What the hell? The power of Pamali.

Inilah kata kata legend Pamali yang sering aku dengar pas waktu masih kecil.

  Bapak: Itu kamu jangan duduk di atas bantal Pamali nanti bisulan!
  Dindin: Haaahhh?

  Emak: Dindin kamu kalau makan itu di habiskan Pamali nanti nasinya pada nangis!
  Dindin: Memangnya nasi bisa nangis gitu mak?
  Emak: Eh kamu yah jangan banyak nanya Pamali! Habiskan!

Sebenarnya orang tua melarang kita duduk di atas bantal supaya bantal itu tidak rusak atau kempes, karena bantal itu bukan untuk di duduki tapi untuk kepala. Terus kenapa kalau makan harus di habiskan? Ya ialah mubadzir broh, kita itu harus bersyukur masih banyak orang di luar sana yang rela makan makanan sisa bahkan sampai ada yang tidak makan sama sekali.

Masih banyak contoh Pamali lainnya, seperti jangan tidur setelah adzan ashar Pamali nanti bisa jadi gila, jangan tengkurep Pamali nanti ibu kamu meninggal, jangan bersiul di malam hari Pamali nanti ada hantu, jangan duduk di atas meja Pamali nanti bakal banyak hutang, dan sebagainya. Dalam kata Pamali ini terkandung makna tersirat yang mendalam. Sedalam cintaku kepadamu wahai sendal jepit yang selalu aku injak-injak tapi tidak pernah mengeluh. Eh.

Sampai sekarang aku juga tidak tahu sejarah dan asal muasal kata Pamali. Karena pas mamaku bilang "Pamali", dan aku tanya balik "apa itu pamali mak?" Dan dia jawab "kalau Pamali ya Pamali jangan banyak nanya." Its true story men. Padahal aku ini sangat penasaran banget.

Tapi broh seiring perkembangan jaman banyak orang orang yang sudah tidak peduli dengan kata pamali ini. Itu sih tergantung pada orang nya, mau peduli atau tidak. Whatever. Tapi usahakan broh jangan menghilangkan kata pamali ini, karena ini sudah menjadi adat kebiasaan orang sunda. Sudah turun temurun dari nenek moyang kita. Jadi kita harus melestarikan nya. Hhii Sip

Jadi semuanya kembali lagi pada diri kita masing masing. Oke. Jangan lupa makan biar tidak mati.
Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

FOLLOW ME, OK!

  • Twitter Facebook Instagram Google Plus Youtube Channel

POSTINGAN POPULER

  • CINTA-CINTAAN | Episode 6
    Perhatian:  Akan lebih baik sebelum membaca cerita ini, kamu sudah membaca cerita sebelumnya. Beberapa hari setelah merelakan Sar...
  • CINTA-CINTAAN | Episode 4
    Perhatian:  Akan lebih baik sebelum membaca cerita ini, kamu sudah membaca cerita sebelumnya.   Hari hari terus berlanjut, tanpa ...
  • CINTA-CINTAAN | Episode 5
    Perhatian:  Akan lebih baik sebelum membaca cerita ini, kamu sudah membaca cerita sebelumnya. Tidak terasa sudah berada di hari S...

Arsip Blog

  • ▼  2017 (8)
    • ▼  September (1)
      • Dialah Jon! #1
    • ►  Februari (3)
    • ►  Januari (4)
  • ►  2016 (18)
    • ►  Desember (12)
    • ►  November (4)
    • ►  Juli (2)

Copyright © dindinrasdi