dindinrasdi

  • Home
  • Dindinrasdi
  • Tutorial
  • Cerita Absurd
  • Novel Online
  • Sekelas Infoh

Rabu, 07 Desember 2016

CINTA-CINTAAN | Episode 1

 Dindin Rasdi     10.06     Novel Online     5 comments   

Dindin dan Encep adalah dua buah manusia sedang menjalankan misi hidupnya masing-masing, dengan terikat tali persahabatan yang sudah begitu lama ia ikrarkan untuk tidak saling bertentangan. Mereka baru saja memasuki sekolah SMK, tentu masih kelas satu tidak mungkinkan langsung kelas tiga dan langsung mengikuti Ujian Nasional. Dimana mereka masih polosnya tidak tahu dengan lingkungan sekolah barunya itu, katanya disekolah itu system perbulian masih berlaku oleh orang yang paling berkuasa. Siapa yang kuat dialah yang berkuasa.

Mereka baru saja menyelesaikan masa orientasi peserta didik kalau disingkat jadi MOPD, masa dimana mereka disuruh suruh sama kakak kelasnya untuk melakukan ini itu lah, bawa ini itulah, dan mereka mau. Ah pokok nya membuat mereka sangat tidak menyukainya. Tapi itu juga awal mereka mengenal sesama jenis dan lawan jenis mereka di sekolah barunya. 

Hari pertama sekolah setelah MOPD dimulai. Encep yang rumahnya tidak terlalu jauh dari rumah Dindin hanya beda kampung saja, dia memutuskan untuk berangkat bareng dan menunggu Dindin di depan rumahnya. Lumayan lama Encep menunggu, Dindin akhirnya keluar dari rumahnya untuk menemuai Encep dan berangkat sekolah dengan menggunakan angkot.

Tiba disekolah, upacara sudah berlangsung sampai pembacaan Undang-Undang Dasar mereka kesiangan, mungkin karena lama menunggu Dindin. Tentu mendapat hukuman dari pak satpam dengan melakukan push up tiga puluh kali dan skot jump tiga puluh kali juga tidak di ijinkan mengikuti upacara bendera pertama disekolah barunya itu.

 “Ah anjir kesiangan Cep” kata Dindin dengan menyesalnya
 “Gara-gara kamu ah, lama banget tadi dirumah” Jawab Encep dengan menyalahkan Dindin.
 “Oh hehe”
 “Seuri weh”
 “Yah jadi tidak ikutan upacara bendera pertama Cep”
 “Minggu depankan ada lagi”
 “Minggu depankan libur, tanggal merah”
 “Senin depan maksudnya Din”

Upacara selesai, mereka dipersilahkan memasuki kelas barunya bersama orang yang mengikuti upacara bendera. Tiba dikelas untuk memilih tempat duduk, mereka menginginkan duduk paling belakang, tapi sudah ada yang menempatinya tidak tahu siapa karena belum berkenalan.

 “Woy kamu siapa? ini tempat duduk kita” Tanya si Encep dengan wajah seperti orang mau ngajak berantem kepada orang yang duduk di bangku pojok paling belakang. Semua orang dikelas yang baru ada sembilan orang serentak mengalihkan perhatiannya kepada si Encep.
 “Saya Junaedi” jawab orang itu sambil berdiri dengan tubuhnya yang lebih tinggi dari si Encep.
 “Oh, salam kenal broh” kata si Encep
 “Oke sama-sama” kata si Junaedi dengan suara cemprengnya
 “Apa liat-liat hah?” kata Dindin kepada orang yang melihatnya di depan bangku Junaedi.
 “Enggak bang enggak, silahkan duduk bang disini”
 “Oke makasih” Dindin duduk dengan orang yang menyuruhnya duduk itu.
 “Apa liat-liat hah?” kata Encep kepada orang yang sedang duduk bersama Dindin. Padahal tidak ada yang melihat si Encep sama sekali.
 “Enggak bang enggak, tidak juga melihatnya”
 “Ah bohong, Siapa namamu hah?”
 “Asep bang”
 “Oh Asep, tuh kata Pak kurnia suruh menemuianya dilapang upacara sekarang” Encep mengusir Asep dengan pura-pura menemui Pak kurnia, padahal sama sekali tidak tahu nama Pak kurnia itu ada di sekolah ini atau tidak.

Tidak duduk dibangku pojok paling belakang tapi mereka duduk didepan bangku pojok paling belakang, tidak apalah asal jangan didepan banget. Semua murid sudah memasuki kelas dengan jumlah total dua puluh tujuh bersama Ibu guru jadi dua puluh delapan, masuk ke kelas dengan memperkenalkan dirinya yaitu Ibu Ani Sugiani Purnama Wijaya kusuma yang biasa di panggil ibu endah katanya, hah kok bisayah, dan mengumumkan bahwa dia adalah wali kelasnya. Oh sit Dindin sama sekali tidak keberatan karena ibu gurunya masih muda, cantik, dan bolehlah, boleh mengajar maksudnya.

Bel istirahat berbunyi Dindin dan Encep pergi ke kantin untuk melakukan mandi, ya untuk beli makananlah.

 “Cep gimana kalau kita berlomba untuk dapat cewek” kata Dindin sambil makan cimol
 “Hah”
 “Gimana kalau kita berlomba untuk dapat cewek”
 “Hah”
 “Gimana kalau kita berlomba untuk dapat cewek”
 “Hah”
 “Hah heh hah heh hah heh we”
 “Ini nih tersedak cimol, minta minum Din”
 “Oh nih, tenang dong Cep kalau makan tuh”
 “Hayu, takut siapa?”
 “Siapa takut!”
 “Ayo” Encep menyetujuinya
 “Ayo”
 “Yang kalah, lari 10 keliling di lapangan upacara” Encep menambahkan sangsi buat yang kalah
 “Jangan larilah” Dindin membantahnya
 “Terus apa?”
 “Gimana kalau teraktir jajan selama sebulan?”
 “Oke, takut siapa?”
 “Siapa takut!”
 “Iya”

Mereka memulai persaingan mendapatkan seorang cewek, dengan sangsi teraktir jajan sebulan untuk yang kalah. Mereka kembali ke kelasnya karena bel masuk sudah berbunyi. Tidak ada kejadian yang terlalu seru untuk mereka lakukan sampai sepulang sekolah. Sekolah pertamapun berakhir begitu saja, semua murid sekolah pulang kerumahnya masing-masing, begitupun Dindin dan Encep.

~Bersambung~

  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke Facebook
Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

5 komentar:

  1. Unknown7 Desember 2016 pukul 12.53

    ah bersambung

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dindin Rasdi7 Desember 2016 pukul 13.07

      Selow atuh pan aya tutuluyna

      Hapus
      Balasan
        Balas
    2. Balas
  2. Arlina Satiti7 Desember 2016 pukul 15.55

    Menarik juga ceritanya.. mantap

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dindin Rasdi7 Desember 2016 pukul 16.00

      tunggu kelanjutannya yah.

      Hapus
      Balasan
        Balas
    2. Balas
  3. Unknown8 Desember 2016 pukul 13.27

    Bagus sekali story nya

    BalasHapus
    Balasan
      Balas
Tambahkan komentar
Muat yang lain...

FOLLOW ME, OK!

  • Twitter Facebook Instagram Google Plus Youtube Channel

POSTINGAN POPULER

  • CINTA-CINTAAN | Episode 6
    Perhatian:  Akan lebih baik sebelum membaca cerita ini, kamu sudah membaca cerita sebelumnya. Beberapa hari setelah merelakan Sar...
  • CINTA-CINTAAN | Episode 4
    Perhatian:  Akan lebih baik sebelum membaca cerita ini, kamu sudah membaca cerita sebelumnya.   Hari hari terus berlanjut, tanpa ...
  • CINTA-CINTAAN | Episode 5
    Perhatian:  Akan lebih baik sebelum membaca cerita ini, kamu sudah membaca cerita sebelumnya. Tidak terasa sudah berada di hari S...

Arsip Blog

  • ►  2017 (8)
    • ►  September (1)
    • ►  Februari (3)
    • ►  Januari (4)
  • ▼  2016 (18)
    • ▼  Desember (12)
      • CINTA-CINTAAN | Episode 3
      • Gagal
      • Arti kata Kepo
      • Kecanduan Internet
      • Ciri-ciri orang Egois
      • Apa itu Pamali?
      • Cara menghidupkan komputer
      • Cara Menghindari Mager
      • CINTA-CINTAAN | Episode 2
      • CINTA-CINTAAN | Episode 1
      • Bolos Sekolah #5 - Akhirnya
      • Bolos Sekolah #4 - Tarik tambang merinding
    • ►  November (4)
    • ►  Juli (2)

Copyright © dindinrasdi