dindinrasdi

  • Home
  • Dindinrasdi
  • Tutorial
  • Cerita Absurd
  • Novel Online
  • Sekelas Infoh

Jumat, 02 Desember 2016

Bolos Sekolah #4 - Tarik tambang merinding

 Dindin Rasdi     17.38     Cerita Absurd     8 comments   

Tambang yang dipakai untuk menderek motor sebenarnya hasil curian dari perahu yang di ikat ditempat kami menyebrang untuk pulang. Oh maafkan kami pemilik perahu yang tidak tahu siapa dan dimana engkau berada. Di derek dari setelah keluar pintu gerbang selamat datang sampai daerah Cikalong Tasikmalaya, wow apakah kalian tahu? Jarak dari setelah keluar pintu gerbang selamat datang ke Cikalong itu sama dengan jarak dari Cikalong ke jalan setelah keluar pintu gerbang selamat datang. Selama perjalanan penderekannya, kami seperti mendapat cobaan yang begitu beratnya, bukan kenapa masalahnya ini sudah malam-malam, disertai gerimis, merinding, gelap gulita, di tengah hutan pula. Oh sit. Untungnya waktu itu lagi tidak musim begal, bayangkan begitu mantap lokasinya seorang begal kalau mau membegal kami. Lalu kami dibunuh, kemudian motornya diambil, mayat kami dibuang ditengah hutan, hih seram, sayangnya tidak ada begal sama sekali yang ada hanya sekumpulan sapi ditengah hutan dengan mengagetkan kami. Jalanan sangat kosong sekali seperti milik kami bertiga
 
Kalau kamu ada bersama kami waktu itu, mungkin kami jadi berempat. Begitu gembiranya kami disaat melewati sebuah perkampungan. Sampai di Cikalong, sekitar pukul sebelas malam kami mencari sebuah tempat untuk beristirahat dan berteduh karena hujan semakin deras. Menemukan sebuah masjid, dengan refleksnya menuju kesana didasari niat hanya berteduh diluarnya saja, eh tak tahunya malah ketiduran. Kebangunkan sekitar jam dua pagi dengan air hujan yang sampai mengenai kami, lantas kami langsung masuk kedalam masjid itu untuk melanjutkan tidur sampai adzan subuh berkumandang.
 
Adzan subuh berkumandang, kami bergegas bangun mengambil air wudhu untuk melaksanakan solat subuh berjama’ah. Kami berinisiatif untuk meminta bantuan kepada orang yang mampir ke masjid, ada sebuah mobil yang terparkir didepan masjid. Si Lubis dengan gaya menghawatirkannya menghampiri mobil itu.
 
     “Pak, maaf. Bisa minta bantuan tidak untuk kami bertiga” Tanya si Lubis kepada si pemilik mobil yang ada didalam mobinya.
     “Kenapa dek”
     “Ini kami kehabisan bekal untuk pulang ke Tasik, bensin yang ada di motor kami sudah pada habis” Lubis menjelaskannya di sertai wajah yang menghawatirkan.
     “Oh boleh, butuh berapa?”
     “Terserah bapak”
     “Dua puluh ribu cukup dek?”
     “Cukup pak”
     “Yaudah nih”
     “Makasih ya pa”
     “Iya sama-sama dek”
 
Si Pemilik mobil langsung menyalakan mobilnya untuk melanjutkan perjalanan yang tidak tahu mau kemana, karena kami tidak sempat menanyakan tujuannya. Yang paling penting terimakasih banyak dengan uang dua puluh ribunya. Mungkin menurut kamu tidak seberapa uang itu, tapi menurut kami itu sangat berharga diwaktu itu. Semoga uangnya bisa tergantikan dengan yang lebih besar, sebesar pintu rumah gitu atau sebesar gunung, eh maksudnya dengan jumlah yang lebih besar dari apa yang telah diberikan kepada kami.
 
Mobil yang terparkir itu telah meninggalkan lokasi parkiran masjid. Tiba-tiba kami menemukan uang sepuluh ribu di tempat bekas mobil terparkir itu, yaudah tanpa ragu si Lubis mengambilnya lumayankan tambah-tambah. Jadi jumlah uang yang kami miliki ada tiga puluh ribu. Segera merancang strategi dengan uang tiga puluh ribu itu supaya bisa sampai ke rumah masing-masing dengan sehat tentunya. Dua puluh ribu untuk bensin motor, masing-masing sepuluh ribu, sepuluh ribu lagi untuk beli sarapan.
 
Dari kejadian semalam mungkin ada hikmahnya yang bisa kami ambil, coba bayangkan kalau pas malam kami tidak berhenti di masjid dan ketiduran, mungkin kami tidak akan bertemu si bapak yang berada didalam mobil dan memberikan bekal untuk melanjutkan perjalan pulang.
 
Tidak jauh dari lokasi masjid kami menemukan tukang bensin eceran, yaudah kami langsung aja beli bensinnya masing-masing sepuluh ribu, karena sepuluh ribu lagi buat beli sarapan. Jadinya motor kami terbebas dari tambang yang sudah sangat membantu. Terimakasih tambang! Kami akan selalu mengingatmu, kalau kamu pernah bersama kami.
 
~Bersambung~

  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke Facebook
Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

8 komentar:

  1. Unknown2 Desember 2016 pukul 18.24

    kocak banget om :v

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dindin Rasdi3 Desember 2016 pukul 09.06

      Hhi, makasih om.

      Hapus
      Balasan
        Balas
    2. Balas
  2. Unknown2 Desember 2016 pukul 20.10

    Wkwk, sumpah parah tuh haha

    BalasHapus
    Balasan
      Balas
  3. luyang2 Desember 2016 pukul 20.48

    Bagus jga nih cerita

    BalasHapus
    Balasan
      Balas
  4. Tri Wahyudi2 Desember 2016 pukul 23.40

    hahaha....keren keren..ditunggu sambungannya gan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dindin Rasdi3 Desember 2016 pukul 09.06

      Siap segera meluncur...

      Hapus
      Balasan
        Balas
    2. Balas
  5. Zy3 Desember 2016 pukul 18.12

    Nice gan :D
    tolong visit back ya gan :D
    https://zenithslayers.blogspot.com

    BalasHapus
    Balasan
      Balas
  6. herisandria8 Februari 2017 pukul 12.59

    jadi kesimpulan nya jika motor mogok sebaiknya di derek pke tambang dari perahu orang..supaya bisa dapet duit buat beli bensin ya sob..wjwkwkw

    kalo ada waktu boleh mampir ke blog ane sob..
    solusi android

    BalasHapus
    Balasan
      Balas
Tambahkan komentar
Muat yang lain...

FOLLOW ME, OK!

  • Twitter Facebook Instagram Google Plus Youtube Channel

POSTINGAN POPULER

  • CINTA-CINTAAN | Episode 6
    Perhatian:  Akan lebih baik sebelum membaca cerita ini, kamu sudah membaca cerita sebelumnya. Beberapa hari setelah merelakan Sar...
  • CINTA-CINTAAN | Episode 4
    Perhatian:  Akan lebih baik sebelum membaca cerita ini, kamu sudah membaca cerita sebelumnya.   Hari hari terus berlanjut, tanpa ...
  • CINTA-CINTAAN | Episode 5
    Perhatian:  Akan lebih baik sebelum membaca cerita ini, kamu sudah membaca cerita sebelumnya. Tidak terasa sudah berada di hari S...

Arsip Blog

  • ►  2017 (8)
    • ►  September (1)
    • ►  Februari (3)
    • ►  Januari (4)
  • ▼  2016 (18)
    • ▼  Desember (12)
      • CINTA-CINTAAN | Episode 3
      • Gagal
      • Arti kata Kepo
      • Kecanduan Internet
      • Ciri-ciri orang Egois
      • Apa itu Pamali?
      • Cara menghidupkan komputer
      • Cara Menghindari Mager
      • CINTA-CINTAAN | Episode 2
      • CINTA-CINTAAN | Episode 1
      • Bolos Sekolah #5 - Akhirnya
      • Bolos Sekolah #4 - Tarik tambang merinding
    • ►  November (4)
    • ►  Juli (2)

Copyright © dindinrasdi